5 strategi sebelum menjalankan pemasaran di sosial media

5 strategi sebelum menjalankan pemasaran di sosial media

Artikel ini merupakan rangkaian dari cara memulai pemasaran online atau Internet Marketing lewat media sosial.
Strategi pemasaran lewat media sosial.
Belajar internet marketing
Seperti judulnya bahwa salah satu metode pemasaran yang banyak di gunakan oleh internet marketer adalah dengan memanfaatkan media sosial sebagai media pemasarannya.
Ini sudah di buktikan oleh para marketing top seperti Ane ahira, Suwandi chow, Habibie awsyah dll,
dan dari metode yang mereka pergunakan, ternyata ada 1 hal penting yang dapat kita ambil benang merahnya yaitu mereka sudah membangun brand/merk dengan cara yang benar dan sekarang, mereka tinggal bikin status saja maka itu akan menjadi perhatian pengikut bahkan ketika memajang suatu produk, maka itu akan jadi barang "laris" di pasaran.

Itu hanya gambaran betapa kekuatan media sosial dapat menjadi target pemasaran yang efektif namun semua itu tentu ada syarat mutlak yaitu " Harus punya pengaruh yang positif atas follower yang mengikuti-nya".
Terus, kalau belum punya pengaruh positif bagaimana dong..?
Kalau belum punya, maka kemungkinan berhasil me-maksimalkan pemasaran akan kecil sekali. Ini merupakan pengalaman yang sering saya lihat dan untuk itulah saya akan memberikan tips tentang bagaimana mulai membangun nama/brand di media sosial agar bermanfaat dan dilakukan dengan cara yang benar.

1. Membangun nama dan minat.

Punya kesamaan nama seperti artis, politikus, pakar ahli dan sebagai-nya, bisa menjadi keberuntungan ketika ingin memulai pemasaran di media sosial. Namun ini tentu bukan jaminan mutlak bahwa dengan kesamaan tersebut bisa membuat kita berhasil.
Untuk memulainya, kita bisa membuat akun medsos dengan nama asli, nama samaran, nama pekerjaan atau nama apa saja yang penting mudah untuk di ingat. Namun meski terkesan apa saja, tentu ada aturan penting yang tidak boleh di lakukan yaitu menggunakan nama orang lain kalau masih tidak pede dengan nama sendiri.
Sebagai saran, silahkan mencoba menggunakan nama profesi,lokasi,benda atau apa jika tidak ingin memakai nama sendiri. Ini penting karena untuk jangka panjang, nama yang di gunakan akan membawa nama baik dan jadi ciri khas dari brand yang akan kita besarkan.
Setelah membuat nama, selanjutnya tentukan minat yang sesui dan carilah teman,komunitas atau group yang cocok dengan minat tadi.
Caranya tentu mudah karena di kolom search medsos sudah tersedia kotak pencarian dan itu bisa digunakan untuk mencari teman yang se-paham.
Contoh : ketik-an saja kata " tas " maka hasilnya akan bisa di lihat mulai dari nama orang, toko, komunitas, group,media dan lain sebagainya.

2.Membuat nilai.

Ini menjadi hal penting karena setelah memperkenalkan nama, membangun nilai dari nama kita harus segera di lakukan seperti berbagi status kalimat, gambar, video dan apa saja yang hendak kita berikan di media sosial.
Sesuatu yang mudah tapi harus membawa nilai positif untuk teman-teman kita di media sosial. Contoh seperti bikin status yang ringan, menarik, baik tapi alami seperti meng-ungkapkan kejadian di sekeliling atau sekitar kita.
Ini seperti melakukan hal yang sepele namun di sinilah letak NILAI dari nama kita. Tanpa melakukan status yang positif, mungkin orang akan beranggapan bahwa kita tidak serius atau hanya sekedar iseng dalam ber-sosmed.
Penilaian orang memang berbeda namun dengan semakin aktif dalam berbagi status, ini akan menarik perhatian dan memberi nilai lebih daripada jarang update status sama sekali.

3.Berbagi cerita.

Berbagi cerita dan update status seperti satu hal yang sama namun manfaatnya beda. Tujuan dari berbagi cerita adalah untuk memancing interaksi/tanggapan dari teman-teman kita atas cerita itu sendiri. Agar tujuan itu tercapai maka berbagi cerita yang paling tepat adalah membagikan sesuatu yang lagi viral atau hangat di perbincangkan banyak orang. Ini langkah penting namun kita harus hati-hati agar tetap bersikap dewasa, bijak dan baik dalam hal memberikan tanggapan soal cerita yang di share tadi. Kalau itu sesuatu yang bersifat polemik, maka bersifat netral akan jadi tanggapan yang paling baik ketika diminta untuk memberi tanggapan.
Berbagi cerita menjadi langkah positif ketika kita lagi membangun brand untuk memasarkan sebuah produk untuk kedepannya, jadi berbagi cerita dan tanggapan positif merupakan langkah tepat untuk menjaga citra baik nama kita.

4.Memberi solusi.

Setelah ber-interaksi dan membangun nama lewat status dan cerita menarik, langkah selanjutnya adalah mulai membangun kepercayaan lewat sebuah solusi yang kita berikan kepada teman-teman di sosial media.
Biar lebih mudah di mengerti maka istilah tepatnya adalah" siapa sich yang tidak suka sama orang yang suka menolong..? ".. Namun perlu di ingat bahwa ini harus sesuai dengan minat dan ke-ahlian kita ( lihat nomor satu ).
Memberi solusi merupakan cara terbaik untuk membangun kepercayaan dan ini harus kita berikan kepada teman-teman kita. Memang tidak tiap hari atau susah mendapatkan status "SOS" dari teman-teman kita namun, kita bisa ber-inisiatif kok lewat postingan yang meng-indikasikan bahwa kita bisa membantu dalam hal tertentu.
Contoh untuk memancing SOS dari teman-teman kita, ini bisa di lakukan dengan membuat status seperti memberikan pernyataan bahwa kita bisa membuatkan blog gratis secara cuma-cuma dengan tampilan yang baik, full power dan siap update artikel saja..
Dengan membuat pernyataan itu, teman-teman kita akan berfikir bahwa kita ahli bikin blog dan soal tehnik blogging, teman kita pasti ada yang merasa kesulitan dan ketika salah satu dari mereka melihat status kita, maka saat itulah kita bisa memberikan solusi gratis, ter-ekspos dan di lihat oleh ribuan teman-teman kita yang lain.
Baca juga : Manfaat SEO untuk bisnis.
Dari situlah kemudian terbangun rasa kepercayaan dan bisa berdampak positif bagi nama/brand kita kelak.
Ini tentu hanya salah satu cara untuk mendapat tingkat kepercayaan dari teman-teman kita...untuk selanjutnya, anda bisa ber-improsiasi tentunya dengan cara anda sendiri.

5.Mengenalkan produk.

Dan...ketika nama, nilai dan tingkat kepercayaan sudah terbangun, kini saatnya untuk memperkenalkan sebuah produk untuk di tawarkan kepada teman, komunitas dan group yang ada di media sosial kita.
Ini akan lebih mudah di terima ketika produk itu di uji coba dengan cara memasangnya di update status medsos. Tapi meski sudah terlihat bagus, tentu saja harus di lengkapi dengan penyampaian informasi yang baik seperti menulis  manfaat, fungsi, harga, layanan dst yang menceritakan atas keunggulan produk itu.
strategi pemasaran internet dengan sosial media
pemasaran di media sosialo
Akhirnya apakah dengan metode di atas akan mampu menghasilkan penjualan yang baik untuk pemasan di media sosial..? Dengan cara di atas, ini akan menghasilkan penjualan yang jauh lebih baik daripada kita menawarkan produk pada teman yang tak se-minat, belum terbangun kepercayaan atau yang belum pernah kita berikan solusi atas ketidak tahuan mereka.
Apakah anda setuju dengan cara di atas..? Silahkan tinggalkan komentar anda.